<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <title>My Blog</title>
  <subtitle></subtitle>
  <link href="https://notes.mangga.dev/feed.xml" rel="self"/>
  <link href="https://notes.mangga.dev/"/>
  
  
  <updated>2023-10-01T00:00:00.000Z</updated>
  
  <id>https://notes.mangga.dev/</id>
  <author>
    <name>Me</name>
  </author>
  
  <entry>
    <title>Dispenser</title>
    <link href="https://notes.mangga.dev/posts/dispenser/"/>
    <updated>2023-10-01T00:00:00.000Z</updated>
    <id>https://notes.mangga.dev/posts/dispenser/</id>
    <content type="html"><![CDATA[<p>Beberapa hari lalu mutusin untuk beli dispenser. Akhirnya di rumah ada alat ini. Sebenarnya di keluarga ku alat ini ga terlalu asing, kami pernah punya tapi ga pernah awet dipakai lama, entah rusak atau ganti yang lain. Beberapa sumber air minum yang pernah dan masih kami pakai di-antaranya alat penjernih air, air rebusan, galon isi ulang, dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pureit">Pure it</a>.</p>
<p>Hingga kembali pakai Dispenser. Akhirnya sekarang bisa minum air dingin tanpa naruh air di kulkas, bisa manasin air tanpa direbus terlebih dahulu. <em>Cons</em>-nya di tagihan listrik, tapi ya sudah lah.</p>
<p><em>Feels like I've accomplished something</em>, dari hal se-simple membeli dispenser.</p>
]]></content>
  </entry>
  
  <entry>
    <title>Time is yours</title>
    <link href="https://notes.mangga.dev/posts/time-is-yours/"/>
    <updated>2023-09-02T00:00:00.000Z</updated>
    <id>https://notes.mangga.dev/posts/time-is-yours/</id>
    <content type="html"><![CDATA[<p>Semua orang rasanya sepakat kalau waktu itu berharga, sampai ada <em>quote</em> &quot;<em>time is money</em>&quot; atau &quot;waktu adalah uang&quot;.</p>
<p>Sesuatu yang berharga biasanya terbatas, dan harganya akan semakin tinggi ketika <em>supply</em>-nya sedikit dan langka. Begitu juga dengan waktu. Tapi sepertinya sedikit yang sadar akan itu.</p>
<p>Kita terjebak pada ilusi bahwa waktu yang kita miliki itu banyak, sehingga kita menganggap enteng harga waktu. Padahal kita tidak bisa mengestimasi seberapa banyak waktu yang kita miliki ataupun orang lain miliki.</p>
<p>Mata kita akan terbuka ketika waktu itu hilang, ketika waktu yang biasanya melimpah ruah tiba-tiba sedikit atau hilang. Mungkin waktu-mu banyak, tapi tidak dengan orang lain. <em>You know what I mean</em>.</p>
<p>Luangkan waktu-mu dengan orang terdekat.</p>
<p>Sisakan waktu-mu untuk istirahat.</p>
<p>Jangan habiskan waktu orang lain.</p>
<p>Pakai waktu-mu sebaik mungkin.</p>
]]></content>
  </entry>
  
  <entry>
    <title>Cita-Cita</title>
    <link href="https://notes.mangga.dev/posts/cita-cita/"/>
    <updated>2023-06-22T00:00:00.000Z</updated>
    <id>https://notes.mangga.dev/posts/cita-cita/</id>
    <content type="html"><![CDATA[<h1>Cita-Cita dari SD</h1>
<p>Dari dulu aku bingung apa cita-citaku.</p>
<p>Pertama kali aku berpikir soal cita-cita adalah ketika SD, mungkin kelas 2 atau 3. Dulu, masing-masing dari kami diberi tugas untuk menuliskan apa cita-cita kami kelak. Aku yang saat itu <em>always</em> <em>living the moment</em>, yang kerjanya bangun - sekolah - main - pulang dipaksa untuk memikirkan ingin jadi apa diriku kelak.</p>
<p>Dari pekerjaan orang tua, sampai pekerjaan yang umum ditulis anak-anak lain, tidak ada yang membuatku tertarik dan berpikir &quot;Aku ingin jadi ini kelak&quot;. Hingga akhirnya setelah berpikir lama, ku putuskan untuk menulis &quot;Guru&quot;.  Pekerjaan yang mulia, namun alasan ku pilih Guru itu simpel, ya karena di depan ku dan yang memberikan tugas adalah seorang Guru.</p>
<p>Sejak saat itu, dari aku SD sampai pertengahan SMA, jika ditanya soal cita-cita aku selalu menjawab guru. Tidak berubah hingga akhirnya mendekati masa ketika aku harus menentukan pilihan kuliah. Lagi-lagi, aku yang saat itu <em>always living the moment</em>, kembali dipaksa untuk berpikir mau jadi apa kelak.</p>
<p>Tentu saja aku terpikir untuk mengambil jurusan pendidikan, melihat &quot;cita-cita&quot; ku itu Guru. Tapi entah kenapa aku-nya kurang <em>sreg</em>, dan memutuskan untuk mencari jurusan lain. Dari teknik, MIPA, Bahasa sampai IT ku telusuri. Hingga ku putuskan untuk mengambil jurusan yang berhubungan dengan IT.</p>
<p>Alasan pilih IT? Simpel juga.</p>
<p>Dari SMP aku suka internet dan komputer. Hampir tiap hari aku dan teman-teman ku ke <em>warnet</em> untuk bermain game, atau berselancar ria di internet. Sampai kami dijuluki Anak OL (Anak OnLine) oleh teman-teman lainnya.</p>
<p>Hingga akhirnya aku diterima di jurusan SI (Sistem Informasi) di salah satu perguruan tinggi. Alasan aku pilih SI agak lucu juga, karena itu satu-satunya jurusan IT yang lagi buka di PT tersebut. Selain itu, aku masuk SI karena pernah dengar kalau Andrew Darwis itu jurusan SI. Kenapa Darwis? Ya karena pada saat itu aku suka dan sering pakai Kaskus, komunitas <em>online</em> yang dia bangun dan sedang jaya-jayanya saat itu.</p>
<h1>Masih Bingung</h1>
<p>Ketika matrikulasi kuliah, kembali muncul pertanyaan itu. Kami para mahasiswa baru ditanya apa sih cita-cita kami, dan kenapa pilih jurusan yang sekarang kami lalui. Satu persatu mahasiswa dipanggil ke depan untuk menyampaikan cita-cita dan alasan dia memilih jurusan tersebut. Aku pun kembali bingung, apa yang bakal ku sampaikan di depan.</p>
<p>Hingga akhirnya giliran ku tiba. Ketika sudah di depan, ku sampaikan kalau aku ingin bisa membuat <em>website</em>. Yak <em>website</em>.</p>
<blockquote>
<p><em>Loh kok website?</em></p>
<p>Karena saat itu kepikiran Andrew dan Kaskus-nya, ku bilang aku terinspirasi dan ingin membuat website yang sejenis</p>
</blockquote>
<p>Dari hari itu, sampai tahun terakhir ku di perkuliahan aku masih bingung mau jadi apa diriku kelak. Aku ga bisa membayangkan <em>timeline</em> dan jalur karir ku di masa depan. Ga perlu jauh-jauh, aku ketika ditanya di wawancara kerja dan presentasi akhir tahun kerja, dalam 5 tahun ke depan mau jadi apa aja masih bingung. Bisa dibilang, aku adalah orang yang tak punya ambisi atau mimpi.</p>
<p>Jadi, aku selalu kagum sama orang-orang yang bisa mem-visualisasikan diri mereka di masa depan kelak. Aku kagum dan salut sama mereka yang bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita mereka. Seperti, orang-orang yang dari kecil bercita-cita jadi dokter dan akhirnya berhasil menjadi dokter dan mengambil pendidikan spesialis. Atau seorang <em>programmer</em> yang menaiki tangga karir menjadi <em>lead programmer</em> sampai akhirnya jadi <em>head of engineering</em>. Atau seorang dosen yang akhirnya menjadi <em>professor</em> di bidang yang mereka kuasai. Mereka memiliki rencana, target dan ambisi yang sangat kuat.</p>
<p>Mungkin memang bagi sebagian orang, mimpi adalah kompas hidup. <em>For me, a dream can change</em>. Aku yang saat ini berprofesi sebagai <em>programmer</em> mungkin dalam beberapa tahun mendatang akan menjadi <em>software designer</em> atau malah berurusan dengan <em>server</em> dan jaringan atau memutuskan untuk melangkah di luar zona nyaman dengan menjadi penulis (siapa tau). Atau, mungkin saja aku akan menemukan kedamaian dalam hidup sederhana sebagai petani di pinggir desa, dengan pekerjaan sampingan <em>crypto miner</em> hahahah.</p>
<p>Seperti yang pernah dikatakan Conan O'Brien, &quot;<em>Whatever you think your dream is now, it will probably change, and that's okay</em>&quot;.</p>
]]></content>
  </entry>
  
  <entry>
    <title>AI akan Menggantikan Kita Semua</title>
    <link href="https://notes.mangga.dev/posts/ai-akan-menggantikan-kita-semua/"/>
    <updated>2023-03-20T00:00:00.000Z</updated>
    <id>https://notes.mangga.dev/posts/ai-akan-menggantikan-kita-semua/</id>
    <content type="html"><![CDATA[<h2>Akankah AI menggantikan manusia</h2>
<blockquote>
<p><em>Mungkin iya, mungkin tidak</em></p>
</blockquote>
<p>Malahan tadinya aku tergoda untuk menggunakan chatGPT atau bing AI untuk membuat blog post ini wkwk.</p>
<p>Ironis memang, tapi ya begitulah. Kemunculan chatGPT terbukti mendisrupsi berbagai industri yang sudah ada saat ini.</p>
<p>Aku masih ingat, dulu sekitaran tahun 2016 atau 2017 pernah baca soal AI akan sulit untuk menggantikan orang-orang industri kreatif.</p>
<p>Sekarang, bermula dari kemunculan <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/DALL-E">DALL-E</a>, lanjut dengan <a href="https://chat.openai.com">chatGPT</a>, terus muncul video <a href="https://www.youtube.com/watch?v=GVT3WUa-48Y">ANIME ROCK, PAPER, SCISSORS</a> dari Corridor, hingga terakhir <a href="https://www.youtube.com/watch?v=IkaAZE_UGMo">video</a> <em>deepfakes</em> soal para presiden amrik ngomongin anime kesukaan mereka. Sepertinya hampir tidak ada industri yang aman dari AI. Kesehatan? <em>who knows</em>.</p>
<p>Mumpung lagi bahas <em>deepfakes</em>, <em>we all know for sure</em> ini akan mengarah ke pornografi dan <em>scam</em> heheh.</p>
<p>Kembali ke topik, aku pertama kali dengar soal OpenAI itu ketika lagi baca-baca artikel di hackernews, yang ku tau saat itu ya OpenAI cuma perusahaan yang lagi <em>research</em> soal AI. Sampai suatu saat muncul tuh, <a href="https://github.com/features/copilot">Github Copilot</a>, yang lumayan bikin kaget karena bisa men-<em>generate</em> <em>code</em> untuk kita. Yah, walaupun kadang <em>code</em> yang di-<em>generate</em> kadang ngawur tapi untuk versi <em>beta</em> itu udah bagus banget tinggal ngeliat ke depannya gimana.</p>
<h2>Kemunculan ChatGPT</h2>
<p>ChatGPT ini datang dengan ledakan. Mungkin <em>overhype</em> tapi gak bisa dipungkiri dampak yang diberikan luar biasa. Dia bisa ditanyain macam-macam, mulai dari hal gak penting, sampai dengan hal teknis. Pertama kali aku coba, bahkan dengan <em>broken english</em> sekalipun dia paham apa yang ku maksud. Gak cuma <em>english</em>, bahasa Indonesia pun paham.</p>
<p>ChatGPT juga bisa ngoding, bahkan aku sekarang juga sering pakai untuk nyari referensi <em>code</em>. Bahkan, dengan kemunculan GPT-4 sampai bisa generate dan menerima inputan gambar, berdasarkan <a href="https://openai.com/research/gpt-4">post berikut</a> [^1].</p>
<p>Tapi, sama seperti pendahulunya Github Copilot. Hasil yang di-<em>generate</em> kadang ngaco bahkan dia bisa <em>generate</em> hasil ngasal. Jadi, harus digunakan dengan bijak dan teliti.</p>
<h2>AI Sebagai Asisten</h2>
<p>Pada awal post ini muncul pertanyaan, <em>apakah AI akan menggantikan manusia?</em> dan ku jawab <em>mungkin iya, mungkin tidak</em>. Terdengar klise, tapi memang seperti itu. Kita tidak tahu kedepannya bakal seperti apa.</p>
<p>Ada yang bilang, kita tidak tahu apakah inovasi AI saat ini adalah awal atau bukan [^2]. Jika ini adalah awal, maka ini adalah awal dari sebuah transformasi yang akan mengubah hidup manusia.</p>
<p>Untuk sekarang, yang bisa diprediksi adalah AI akan menjadi semacam asisten pribadi. Bisa dibilang juga sebagai <em>copilot</em>.</p>
<p>Pandangan ku sebagai <em>programmer</em>, AI ini akan menjadi sebagai 2nd brain yang nantinya akan membantu kita untuk mengerjakan pekerjaan kita. Semisal, <em>generate code snippets</em> atau dokumentasi program. Kita juga bisa menggunakan AI untuk memperdalam kemampuan kita di suatu bidang, atau mempelajari hal baru. Contohnya ketika aku membuat blog ini, aku nanya beberapa hal teknis ke ChatGPT, mulai dari <em>tools</em> yang dipakai sampai gimana cara <em>generate</em> MD ke halaman web.</p>
<p>Dengan adanya AI, informasi yang kita punya dapat kita <em>training</em> ke dalam AI yang akan meningkatkan kerja AI tersebut. Dokumentasi akan menjadi sangat penting, dan akan wajib dibuat <em>computer</em> friendly atau bisa di-<em>import</em> menggunakan <em>tools</em> OCR yang akurat. Cepat atau lambat bakal muncul <em>service</em> atau <em>tools</em> yang bisa membuat AI berjalan <em>on-premise</em>.</p>
<p>Mungkin, <em>generalist will triumph</em>. Dikarenakan dengan adanya AI kemampuan mereka yang awalnya luas, akan semakin dalam. Agak aneh memang, tapi aku percaya beberapa lowongan yang biasa di-ejek orang-orang di internet seperti:</p>
<p>Dicari programmer dengan kualifikasi:</p>
<ul>
<li>Pemahaman yang kuat tentang bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, JavaScript, PHP, atau Python</li>
<li>Pemahaman tentang framework seperti Laravel, Django, React, Angular, atau VueJS</li>
<li>Pemahaman tentang pengembangan aplikasi mobile untuk iOS dan Android menggunakan bahasa Swift, Kotlin, React Native, atau Flutter</li>
<li>Pemahaman tentang database seperti MySQL, PostgreSQL, atau MongoDB</li>
<li>Pemahaman tentang infrastruktur cloud seperti AWS, Google Cloud, atau Azure</li>
<li>Kemampuan untuk melakukan setting server dengan baik dan menjaga keamanan sistem</li>
<li>Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja dalam tim</li>
</ul>
<p>Akan semakin umum kedepannya.</p>
<p>Mungkin aku bakal salah, tapi mungkin benar.</p>
<blockquote>
<p>In the end, we can never be sure of what AI will do or become.
Will it help us or harm us?
Will it surpass us or serve us?
Will it evolve or stagnate?
These are questions that we may never answer, but we must always ask.
AI is a mirror of our own hopes and fears,
our own strengths and weaknesses, our own creativity and limitations.
It is up to us to shape it in a way that reflects our best selves, not our worst.</p>
</blockquote>
<p><em>that quote itself is generated by AI.</em></p>
<h2>Footnotes</h2>
<ul>
<li>[^1] Per tanggal 2023-03-22 ChatGPT masih belum bisa menerima input ataupun mengeluarkan output gambar.</li>
<li>[^2] <a href="https://www.youtube.com/watch?v=jPhJbKBuNnA">(8) I tried using AI. It scared me. - YouTube</a></li>
</ul>
]]></content>
  </entry>
  
  <entry>
    <title>Hello World</title>
    <link href="https://notes.mangga.dev/posts/hello-world/"/>
    <updated>2023-03-19T11:29:58.000Z</updated>
    <id>https://notes.mangga.dev/posts/hello-world/</id>
    <content type="html"><![CDATA[<h1>Hey</h1>
<p>This will be my first post.</p>
]]></content>
  </entry>
  
</feed>
